Oleh : | 08 Oktober 2025 | Dibaca : 421 Pengunjung
|
| Diskominfosan Bangli Hadiri Bimtek Sinergi Komunikasi Krisis Hadapi Bencana dan Isu Publik. |
Diskominfosan Bangli Hadiri Bimtek Sinergi Komunikasi Krisis Hadapi Bencana dan Isu Publik.
Bali_ Pranata Humas Ahli Muda Ni Nyoman Artiani dan I Putu Juliono beserta duan orang staf Kominfosan Kabupaten Bangli hadiri Bimtek Pengelolaan Komunikasi Krisis di kuta badung. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tersebut dalam upaya memperkuat sinergi dalam penanganan isu dan komunikasi krisis melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Komunikasi Krisis. Acara ini digelar di Hotel Aryaduta Bali, Kuta, pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali aparatur pemerintah dengan keterampilan praktis, meningkatkan kapasitas komunikasi publik, serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai isu krusial. Puluhan peserta dari berbagai instansi pemerintah di Bali antusias mengikuti acara ini.
Bimtek dibuka oleh perwakilan Plt. Direktur Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI, Hastuti Wulan Ningrum, dan Kepala Diskominfos Provinsi Bali yang diwakili oleh Ketua Tim Pengelolaan Informasi Publik, I Made Sudiarta. Dalam sambutannya, I Made Sudiarta menegaskan bahwa komunikasi krisis adalah pilar fundamental dari manajemen krisis yang efektif bagi institusi pemerintah.
"Bagi institusi pemerintah, krisis baik itu bencana alam, kegagalan kebijakan, hingga isu integritas adalah ujian sejati terhadap kredibilitas dan kepercayaan publik," ujar I Made Sudiarta. Ia juga menekankan pentingnya pemilihan narasi yang tepat serta cara penyampaian pesan yang jelas dan menenangkan agar proses pemulihan dari krisis dapat berjalan cepat.
Lebih lanjut, I Made Sudiarta menjelaskan bahwa komunikasi krisis melibatkan empat pilar utama: penyedia data dan fakta, pengelola narasi publik, kontributor data sektoral (OPD teknis & lembaga mitra), serta media dan komunitas digital. Kerjasama dengan media sebagai mitra strategis menjadi hal yang sangat diperlukan.
Sesi panel diskusi diisi oleh I Wayan Suryawan, S.STP., M.A.P., selaku Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah Provinsi Bali, dan I Gusti Ayu Sukmawati, S.S., M.H., selaku Ketua Tim Monitoring Informasi Kebijakan, Opini dan Aspirasi Publik Diskominfos Provinsi Bali. Mereka membawakan materi mengenai "Kolaborasi Pengelolaan Komunikasi Krisis".
I Wayan Suryawan menyinggung bahwa kolaborasi yang efektif hanya bisa tercapai jika keempat pilar komunikasi krisis ini seirama. "Komunikasi harus disepakati sebelum krisis terjadi," tegasnya.
Peserta juga mendapatkan pendalaman praktis melalui Simulasi Media Handling Komunikasi Isu Krisis yang dipandu oleh jurnalis media dan praktisi komunikasi. Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk merespon isu krisis dengan data, empati, dan satu suara, yang merupakan wujud dari leadership test saat masyarakat menanti.
Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pemerintah daerah Bali dalam menghadapi berbagai potensi krisis dan menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang efektif dan terkoordinasi.
Wujudkan Indonesia Emas 2045 dari Desa, Pemkab Bangli Canangkan Program "Desa Cantik" 2026
451Potong Rantai Distribusi, Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani di HUT ke-822
444Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alam
729BANGLI FASHION PARADE 2026. Mengangkat Pesona Kain Tenun Ikat Tradisional Bali ke Panggung Casual Modern
704Semarak HUT Bangli ke-822. Ny. Sariasih Sedana Arta Buka Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas PAUD
KEPALA DINAS
I Nyoman Murditha, S.Kom.,M.Eng