Oleh : diskominfosan | 08 Maret 2018 | Dibaca : 665 Pengunjung
|
| Gubernur Bali Setuju Nyepi Tanpa Internet dan Imbau Masyarakat Tak Maceki |
DENPASAR - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang ikut menandatangani Seruan Bersama pun menyatakan setuju akses internet untuk masyarakat umum dimatikan selama 24 jam saat Hari Suci Nyepi.
Ia pun berharap masyarakat tak bereaksi terlalu serius dan menjadikannya perdebatan.
Disebutkan, saat Hari Raya Nyepi umat Hindu diwajibkan melakukan Catur Brata Penyepian yakni tidak bepergian (amati lelungan), tidak bekerja (amati karya), tidak bersenang-senang (amati lelanguan), dan tidak menyalakan api (amati gni).
Pastika melanjutkan bahwa internet juga termasuk hiburan (bersenang-senang), yang merupakan bagian dari amati lelanguan.
Ia pun meminta kesadaran masyarakat Bali untuk menghormati dan mengindahkan seruan tersebut.
"Khususnya Umat Hindu, saya minta kesadaran itu tumbuh dari dalam. Kesadaran untuk benar-benar melaksanakan Catur Beratha Penyepian. Selama sehari, jangan main internet. Kita simpan gadget dan fokus lakukan introspeksi," katanya.
Namun demikian, Pastika menambahkan hal ini kembali kepada kesadaran masing-masing umat karena pada dasarnya beragama itu kesadaran dan tidak dipaksa-paksa.
"Saya juga akan simpan gadget 24 jam, saya ingin tahu, besoknya saya masih hidup apa nggak," seloroh Pastika.
Pada bagian lain, gubernur juga mengimbau masyarakat menghilangkan kebiasaan maceki saat Hari Raya Nyepi.
Meceki merupakan judi dan jelas-jelas dilarang agama.
"Selain simpan gadget, masyarakat juga jangan maceki," pintanya.
Pastika juga mengimbau agar pihak pengelola hotel tidak melakukan aktivitas yang mengganggu keheningan Hari Raya Nyepi.
Ia meminta agar jangan justru hotel berhura-hura, namun sebaiknya memberitahu kepada tamu untuk menikmati suasana yang sepi di Bali.
"Jangan membuat pesta, mereka juga harus menghargai Umat Hindu yang melaksanakan Catur Bratha Penyepian. Saya minta dengan hormat untuk menyesuaikan diri dengan situasi,” tandasnya.
Ia berharap desa pakraman dapat mengawasi keadaan saat perayaan Nyepi, karena pemerintah tidak memiliki wewenang untuk mengawasi.
“Saya pun tidak bisa, satpol PP tidak bisa. Yang boleh mengawasi itu hanya desa pakraman,” ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Gubernur Bali Setuju Nyepi Tanpa Internet dan Imbau Masyarakat Tak Maceki, http://bali.tribunnews.com/2018/03/08/gubernur-bali-setuju-nyepi-tanpa-internet-dan-imbau-masyarakat-tak-maceki?page=all.
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Wujudkan Indonesia Emas 2045 dari Desa, Pemkab Bangli Canangkan Program "Desa Cantik" 2026
451Potong Rantai Distribusi, Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani di HUT ke-822
444Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alam
729BANGLI FASHION PARADE 2026. Mengangkat Pesona Kain Tenun Ikat Tradisional Bali ke Panggung Casual Modern
704Semarak HUT Bangli ke-822. Ny. Sariasih Sedana Arta Buka Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas PAUD
KEPALA DINAS
I Nyoman Murditha, S.Kom.,M.Eng