Oleh : diskominfosan | 13 Mei 2018 | Dibaca : 878 Pengunjung
|
| Menkominfo Apresiasi Upaya untuk Merawat Komunikasi Sosial |
Palangkaraya, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi upaya komunitas Gereja Katolik yang sejak lama memberikan perhatian serius terhadap pengembangan komunikasi sosial, bahkan membuat lembaga tersendiri untuk menanganinya, yakni Komisi Komunikasi Sosial.
"Gereja Katolik bahkan membuat perayaan khusus terkait komunikasi sosial. ini menunjukkan bahwa komunikasi sosial masalah signifikan dalam komunitas Katolik," katanya saat menjadi pembicara di Seminar Nasional Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang diselenggarakan Keuskupan Palangka Raya, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (13/05/2018).
Menurut Menteri Rudiantara, upaya terus merawat komunikasi sosial agar tetap sehat patut diapresiasi. "Di media sosial, semua predikat keluhuran dan keadiluhungan budaya dan adab bangsa selama ini seakan lenyap tak berbekas. Bahasa kasar, aura kemarahan dan caci maki setiap hari berhamburan di lini masa dan tembok-tembok media sosial," ungkapnya dengan nada sedih.
Menteri Kominfo menyebut saat ini di era digital, tugas merawat komunikasi sosial jauh lebih berat karena saat ini masyarakay jauh lebih aktif di media sosial. Mengutip data We Are Social 2018, pengguna aktif media sosial di Indonesia jumlahnya mencapai 137 juta orang, dan pengguna internet sekitar 140 juta orang. Data ini menempatkan Indonesia urutan ke empat tertinggi di dunia yang menggunakan media sosial maupun internet," katanya.
"Permasalahannya, tingkat literasi masyarakat Indonesia kurang baik dan di media sosial cenderung `cerewet`, tidak mencerminkan budaya sehari-hari yang diam-diam wae. Ini menjadi tantangan yang harus disikapi secara serius oleh semua pihak," tuturnya.
Uskup Palangka Raya Mrg Aloysius Sutrisnaatmaka MSF menyebut, gereja Katolik memandang komunikasi sosial dengan berbagai perangkat atau aplikasinya, semakin lama menjadi berperan penting dalam kehidupan bersama umat manusia.
Uskup Aloysius menyebut bahwa seminar nasional dalam rangka merayakan hari komunikasi sosial, bukan hanya bermanfaat bagi umat Katolik, melainkan semua pihak karena dihadiri berbagai pihak serta diliput media. “Semoga seminar nasional ini berguna, memberi inspirasi, memberi banyak hal bagi kehidupan bersama umat manusia,” kata Aloysius.
Seminar Nasional KWI bersama Keuskupan Palangka Raya ini dihadiri Menteri Kominfo, Dirjen Binmas Katolik Kementerian Agama, Plt Sekda dan berbagai unsur pejabat lainnya yang ada di provinsi Kalteng.
Wujudkan Indonesia Emas 2045 dari Desa, Pemkab Bangli Canangkan Program "Desa Cantik" 2026
451Potong Rantai Distribusi, Pemkab Bangli Gelar Pasar Tani di HUT ke-822
444Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alam
727BANGLI FASHION PARADE 2026. Mengangkat Pesona Kain Tenun Ikat Tradisional Bali ke Panggung Casual Modern
704Semarak HUT Bangli ke-822. Ny. Sariasih Sedana Arta Buka Lomba Mewarnai dan Pentas Kreativitas PAUD
KEPALA DINAS
I Nyoman Murditha, S.Kom.,M.Eng