Wujudkan Indonesia Emas 2045 dari Desa, Pemkab Bangli Canangkan Program "Desa Cantik" 2026

Oleh : | 19 Mei 2026 | Dibaca : 723 Pengunjung


Wujudkan Indonesia Emas 2045 dari Desa, Pemkab Bangli Canangkan Program "Desa Cantik" 2026

Wujudkan Indonesia Emas 2045 dari Desa, Pemkab Bangli Canangkan Program "Desa Cantik" 2026

?Bangli – Pemerintah Kabupaten Bangli secara resmi meluncurkan program Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Kabupaten Bangli Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) di Ruang Rapat Krisna Setda Kabupaten Bangli ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra.

?Kegiatan yang digelar secara hybrid (kombinasi luring dan daring) ini dihadiri oleh jajaran Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Bangli, Camat se-Kabupaten Bangli, serta Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Bangli. Acara ini juga menghadirkan I Nyoman Murditha dari Dinas Kominfosan Kabupaten Bangli sebagai narasumber, serta mengukuhkan Agen Statistik dari tiga desa pionir, yaitu Sesa Abuan, Desa Bangbang, dan Desa Belancan.


?Dalam laporannya, Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Dewa Ayu Kadek Satrini, memaparkan bahwa program Desa Cantik merupakan bentuk pembinaan statistik sektoral yang krusial.

?"Desa tidak lagi boleh menjadi sekadar objek pembangunan, melainkan harus menjadi subjek dan ujung tombak pembangunan itu sendiri. Peran desa sebagai satuan wilayah terkecil sangat penting dalam menyediakan data yang akurat," ujar Dewa Ayu Kadek Satrini.


?Ia menambahkan, sosialisasi dan pencanangan ini bertujuan untuk Meningkatkan literasi terkait tugas dan fungsi Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat akar rumput serta ?Membangun komitmen nyata dari desa/kelurahan dalam memproduksi data statistik yang sesuai standar dan Memperkuat peran agen statistik serta memasyarakatkan manfaat statistik bagi tata kelola pemerintahan desa. ?Pemilihan Desa Abuan, Desa Bangbang, dan Desa Belancan sebagai 3 Desa Cantik tahun ini merupakan wujud perluasan program berdasarkan rekomendasi dari Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli.


?Kepala BPS Bangli juga menggarisbawahi mengapa pembinaan statistik ke tingkat desa menjadi hal yang mendesak. Melalui standardisasi data, pemerintah dapat menghindari berbagai kendala klasik tata kelola data.

Sementara itu, Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra dalam arahannya menegaskan bahwa data desa merupakan fondasi utama dari seluruh kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
?Ia memaparkan bahwa berdasarkan RPJPN 2025-2045, pembangunan menuju Indonesia Emas berfokus pada Transformasi Ekonomi, di mana kawasan perdesaan diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan RPJMN 2025-2029 (Asta Cita 6) yang memprioritaskan pembangunan dari desa untuk memerangi kemiskinan dan menciptakan pemerataan.

?"Sejak disahkannya UU No. 6 Tahun 2014 hingga perubahan kedua melalui UU No. 3 Tahun 2024 yang menaikkan Dana Desa, permintaan data ke desa oleh Kementerian/Lembaga lewat berbagai aplikasi melonjak tajam. Ini harus diimbangi dengan kualitas SDM perangkat desa yang melek statistik," tegas Sekda Bangli.
?Risiko Pembangunan Tanpa Data
?Sekda mengingatkan dampak buruk yang akan terjadi jika pembangunan dilakukan tanpa modal data desa yang berkualitas, yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. 

?"Pembangunan tanpa data yang berkualitas adalah pemborosan. Sebaliknya, data desa yang kuat akan menghasilkan pembangunan yang tepat dan merata," imbuh I Dewa Bagus Riana Putra.

?Di akhir arahannya, Sekda Bangli mengajak seluruh Kepala Desa, Lurah, dan Agen Statistik yang dikukuhkan untuk berkomitmen menyajikan data yang memenuhi indikator kualitas terbaik, yaitu: sesuai kebutuhan, menggambarkan kondisi sebenarnya (valid), aktual/terbaru, mudah dipahami, mudah diakses, dan terintegrasi. ?Dengan data desa yang berkualitas, Pemkab Bangli optimis program-program strategis ke depan akan Tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat, ?Memastikan bantuan sosial tidak salah target, ?Membuat anggaran daerah jauh lebih efisien.
?Mempercepat pengambilan keputusan yang krusial.
?"Kebijakan yang berkualitas lahir dari data yang berkualitas. Berawal dari desa di Bangli, dampaknya akan terasa hingga ke tingkat nasional," tutupnya optimis.


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

KEPALA DINAS

I Nyoman Murditha, S.Kom.,M.Eng